Yogyakarta, Poskini.com — Lembaga Wakaf Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyelenggarakan Pengajian Arisan Wakaf bertema “Merajut Ukhuwah, Menguatkan Wakaf, Menebar Berkah untuk Umat” pada Ahad (8/11) di Ballroom Sunardi Syahuri Islamic Center Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti lebih dari 90 peserta dari unsur Pengurus, Dewan Pakar, Dewan Pembina MES DIY, serta masyarakat umum.
Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan gerakan Arisan Wakaf Komunitas sekaligus rangkaian Road to Jogja Halal Fest (JHF)#3 Internasional 2026. Melalui kegiatan tersebut, MES DIY mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam wakaf uang serta optimalisasi manfaatnya sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi umat, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) halal. Dalam pengembangan programnya, Lembaga Wakaf MES DIY berkolaborasi dengan beberapa Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU).
Ketua Umum Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, Dr. H. Muhammad Ikhwan Ahada, S.Ag., M.A., hadir sebagai pengisi tausiyah. Turut hadir Ketua Umum MES DIY Prof. Dr. Edy Suandi Hamid yang menyampaikan sambutan mengenai penguatan gerakan wakaf dan pengembangan ekosistem ekonomi syariah di DIY.
Dalam sambutan Lembaga Wakaf MES DIY yang disampaikan oleh Sekretaris Lembaga Wakaf Kurnia Wiryadimulya, dipaparkan capaian penghimpunan dan penyaluran manfaat wakaf. "Pada 11 Oktober 2026, Lembaga Wakaf MES DIY telah menyalurkan manfaat wakaf sebesar Rp5.804.000 kepada 43 pelaku UMKM dan beberapa penyaluran lainnya. Capaian tersebut menunjukkan potensi wakaf uang sebagai instrumen keuangan sosial Islam yang mampu menghubungkan partisipasi masyarakat dengan pemberdayaan ekonomi. Melalui pengelolaan yang profesional dan kolaboratif, wakaf diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi UMKM dan pengembangan ekosistem halal," ungkapnya.
Selanjutnya, Prof. Edy Suandi Hamid dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengembangan wakaf di lingkungan MES DIY tidak hanya diarahkan pada pemberian manfaat bagi UMKM halal, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi syariah yang lebih luas. "Salah satunya melalui rekognisi Desa Wisata Widosari di Kabupaten Kulon Progo sebagai Desa Wisata Ramah Muslim," kata Rektor Universitas Widya Mataram ini.
""Melalui Pengajian Arisan Wakaf ini, MES DIY berkomitmen untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam wakaf uang, memperkuat kolaborasi dengan LKS-PWU, serta mendorong penyaluran manfaat wakaf yang produktif dan berkelanjutan. Gerakan Arisan Wakaf Komunitas diharapkan menjadi salah satu kekuatan kolektif dalam mendukung pemberdayaan UMKM halal dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Daerah Istimewa Yogyakarta," tutupnya.
Tausiyah yang disampaikan oleh Dr. H. Muhammad Ikhwan Ahada, S.Ag., M.A. mengingatkan bahwa karunia dan rahmat Allah SWT merupakan sumber kebahagiaan yang jauh lebih baik daripada segala sesuatu yang dikumpulkan manusia.
"Pembagian nikmat menjadi nikmat muqayyadah yang bersifat terbatas dan nikmat mutlaqah yang bernilai lebih mendasar. Terdapat empat nikmat utama yang harus senantiasa dijaga, yaitu Islam, iman, Al-Qur'an, dan Rasulullah SAW. Keempatnya tidak semestinya ditukar dengan kenikmatan duniawi yang sementara," jelasnya.
Dr. M. Ikhwan Ahada juga mengajak umat Islam untuk meningkatkan kualitas amal saleh, tidak hanya mencukupkan diri pada kewajiban, tetapi juga memperbanyak amal kebaikan. "Dalam konteks wakaf, harta dapat dititipkan melalui berbagai amal saleh, seperti pembangunan masjid, sekolah, dan fasilitas kemaslahatan umat. Wakaf menjadi salah satu bentuk investasi amal yang manfaatnya dapat terus dirasakan bahkan lintas generasi," terangnya.
Bhenu