Get Poskini App with new looks!
Mode Gelap
POSKINI.com
Advertisement
More news: Poskini TV Radio Streaming Indeks Berita

Diintimidasi Saat Bertugas, Wartawan Senior Diusir Saat Peliputan Sengketa Lahan di Bandar Lampung

@Redaksi
@Redaksi
Diintimidasi Saat Bertugas, Wartawan Senior Diusir Saat Peliputan Sengketa Lahan di Bandar Lampung
Diintimidasi Saat Bertugas, Wartawan Senior Diusir Saat Peliputan Sengketa Lahan di Bandar Lampung. (Foto: Poskini)

Lampung, Poskini.com— Wartawan senior Nelson Aruan diduga mendapat perlakuan tidak menyenangkan saat meliput persoalan lahan di Jalan Prof. Hamka, Kelurahan Sukarame Baru, Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung, Senin (12/10/2026).

‎

‎Peristiwa bermula ketika sebuah traktor bajak sawah didatangkan ke lokasi tanah yang disebut milik Siti Zulaiha. Nelson kemudian meminta penjelasan mengenai dasar surat-menyurat dan tujuan pemasukan traktor ke lahan tersebut.

‎

‎Namun, berdasarkan rekaman video, seorang pria berbaju hitam dan bertopi justru meminta Nelson meninggalkan lokasi sambil menunjuk ke arahnya.

‎

‎“Lu pergi dari sini. Yang punya wewenang nanya di sini cuma polisi dan BPN. Kamu nggak punya hak untuk nanya-nanya,” ucap pria tersebut dalam video.

‎

‎Nelson membalas, “Saya ini wartawan, tugasnya ya nanya, tulis, dan beritakan.”

‎

‎Insiden tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kebebasan pers dan transparansi persoalan lahan yang tengah menjadi sorotan. 

‎

‎Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers menjamin hak pers untuk mencari dan memperoleh informasi. Meski demikian, dugaan pelanggaran hukum dalam peristiwa ini perlu ditelusuri lebih mendalam. 

‎

‎Aparat penegak hukum diharapkan menelusuri kejadian secara objektif, sekaligus memastikan persoalan lahan diselesaikan melalui mekanisme hukum yang berlaku.

‎

‎Hingga berita ini disusun, redaksi belum memperoleh klarifikasi langsung dari pihak yang disebut maupun keterangan resmi aparat terkait.

‎

‎Apakah wartawan yang sedang mencari informasi untuk publik justru harus diusir ketika mengajukan pertanyaan? Publik menantikan kejelasan atas insiden tersebut.

 

‎>Muhaidin

Tags:

Komentar (0)

Berita Terkait

 
Poskini Network
Jaringan media berita daerah Poskini.com. Klik lebih lanjut