Get Poskini App with new looks!
Mode Gelap
POSKINI.com
Advertisement
More news: Poskini TV Radio Streaming Indeks Berita

MES DIY Bekali Mahasiswa Baru Ekonomi Syariah UMY Hadapi Tantangan Industri

J. Saragih
J. Saragih
MES DIY Bekali Mahasiswa Baru Ekonomi Syariah UMY Hadapi Tantangan Industri
MES DIY Bekali Mahasiswa Baru Ekonomi Syariah UMY Hadapi Tantangan Industri. (Foto: Poskini)

Yogyakarta, Poskini.com — Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengambil bagian dalam pembekalan mahasiswa baru Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melalui kegiatan Masa Ta’aruf (Mataf) Program Studi Ekonomi Syariah 2026, Kamis (10/9/2026).

 

Sebanyak 40 mahasiswa baru Ekonomi Syariah UMY mengikuti kegiatan yang mengusung tema “Mewujudkan Ekonom Hakiki: Literat Finansial, Berkarakter Islami, dan Berkontribusi untuk Nusantara.” Dalam kegiatan tersebut, MES DIY hadir sebagai narasumber melalui Dandan Hermawan, Sekretaris Umum MES DIY, untuk memberikan perspektif mengenai ekonomi syariah, literasi finansial, karakter, serta tantangan dan peluang ekonomi di masa depan.

 

Ketua Program Studi Ekonomi Syariah UMY, Dr. Syarif As’ad, S.E.I., M.S.I., menyampaikan bahwa mahasiswa perlu mulai membangun kemampuan dan keterampilan sejak awal perkuliahan karena dunia industri menghadirkan tantangan yang semakin kompleks.

 

“Dunia industri saat ini penuh dengan tantangan, dan itu menuntut kemampuan serta skill yang harus mulai dibangun sejak sekarang. Anda akan menjadi para penerus dunia bisnis yang insyaallah membawa bekal cukup untuk melanjutkan kehidupan yang lebih baik,” tambahnya.

 

Dalam kesempatan ini, MES DIY mengajak mahasiswa tidak memahami ekonomi syariah hanya sebatas perbankan syariah. Ekonomi syariah dipandang sebagai cara mengelola aktivitas ekonomi yang berlandaskan nilai, keadilan, amanah, tanggung jawab, serta kemaslahatan. 

 

Melalui materi “Ekonomi Hakiki”, mahasiswa diperkenalkan pada cara pandang bahwa persoalan ekonomi tidak hanya berkaitan dengan bagaimana memperoleh harta, tetapi juga bagaimana harta dan sumber daya dikelola serta digunakan untuk menghadirkan kemaslahatan.

 

Pesan tersebut kemudian diterjemahkan melalui tiga tahapan yang perlu dimiliki mahasiswa Ekonomi Syariah, yakni tahu, mampu, dan berdampak. Mahasiswa tidak cukup berhenti pada kemampuan memahami dan menjelaskan teori, tetapi perlu mampu menerapkan ilmu dalam pengambilan keputusan ekonomi serta menggunakannya untuk menyelesaikan persoalan di masyarakat. 

 

“Melalui acara ini, mahasiswa didorong untuk memahami ke mana uang mereka digunakan, membedakan kebutuhan dan keinginan, memahami utang produktif dan konsumtif, serta mempertimbangkan risiko sebelum menggunakan produk keuangan, melakukan investasi, maupun mengambil pembiayaan,” kata Dandan. 

 

“Fenomena seperti paylater, pinjaman daring, investasi, trading, gaya hidup konsumtif, hingga penipuan digital menjadi bagian dari tantangan yang perlu dihadapi generasi muda dengan pengetahuan yang memadai. Oleh karena itu, mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk mengejar financial freedom, tetapi juga membangun financial responsibility,” pungkas Dandan.

 

Bhenu

Komentar (0)

Berita Terkait

 
Poskini Network
Jaringan media berita daerah Poskini.com. Klik lebih lanjut